Grumpypasta

Tempat berbagi inspirasi untuk keluarga modern

Ciri-Ciri Gondongan di Leher dan Cara Mengatasinya

Belakangan ini, kasus gondongan di Indonesia mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 13 November 2024, telah tercatat 447 kasus gondongan. Akumulatif dari awal tahun hingga November, jumlah kasus mencapai 6.593, dengan lonjakan besar pada Oktober (532 kasus) dan November (5.701 kasus).

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), gondongan lebih sering terjadi pada anak-anak berusia 5 hingga 10 tahun. Kemenkes menjelaskan bahwa peningkatan kasus ini juga dipengaruhi oleh penyesuaian pelaporan di Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), yang mempermudah pelacakan.


Child with swollen cheek area due to mumps (gondongan), holding their cheek in discomfort, with a subtle medical background illustrating viral transmission

Penyebab Gondongan di Leher

Gondongan sendiri disebabkan oleh infeksi virus paramyxovirus yang menyerang kelenjar ludah, khususnya kelenjar parotis yang terletak di bawah telinga. Virus ini memiliki tingkat penularan yang tinggi dan dapat ditularkan melalui:

  • Percikan air liur yang keluar ketika penderita batuk atau bersin.
  • Kontak langsung, seperti berciuman.
  • Benda yang terkontaminasi air liur penderita, misalnya mainan atau peralatan makan.

Penularan paling tinggi terjadi dalam 5 hari pertama setelah gejala muncul.

Ciri-Ciri Gondongan di Leher

Salah satu tanda khas gondongan adalah pembengkakan di area leher, tepatnya di bawah telinga dan sekitar dagu. Pembengkakan ini muncul akibat peradangan kelenjar parotis. Berikut ciri-ciri gondongan lainnya:

  • Nyeri saat menelan atau mengunyah.
  • Demam hingga 39°C.
  • Mulut kering dan hilangnya nafsu makan.
  • Sakit kepala, nyeri sendi, dan nyeri perut.
  • Mudah lelah.
  • Sulit bicara dan mengunyah.
  • Sakit telinga

Perlu diketahui, pembengkakan ini biasanya muncul belakangan setelah gejala lain seperti demam dan nyeri mulai terasa.

Baca Juga : Hari Diabetes Sedunia. Pentingnya Kesadaran Tentang Diabetes

Berapa Lama Masa Inkubasi Gondongan?

Masa inkubasi gondongan, yaitu waktu antara terpapar virus hingga gejala muncul, rata-rata 16–18 hari. Namun, durasinya dapat berkisar antara 12 sampai 25 hari.

Cara Mengatasi Gondongan

Sampai sekarang, belum tersedia pengobatan khusus untuk menyembuhkan gondongan karena penyakit ini disebabkan oleh virus. Namun, gejala dapat diredakan dengan beberapa cara, yaitu:

  • Istirahat yang cukup karena tubuh butuh waktu untuk melawan infeksi.
  • Konsumsi makanan lunak yang mudah ditelan untuk mengurangi rasa nyeri.
  • Kompres hangat pada area leher yang bengkak untuk mengurangi ketidaknyamanan.
  • Minum banyak air putih agart etap terhidrasi sehingga membantu tubuh melawan virus.
  • Obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen dapat membantu meredakan demam dan nyeri, tetapi konsultasikan dulu dengan dokter.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter jika mengalami:

  • Nyeri hebat.
  • Kesulitan menelan.
  • Pembengkakan testis (pada pria).
  • Demam tinggi yang tak kunjung turun.
  • Tanda-tanda dehidrasi.

Cara Mencegah Gondongan

Cara paling efektif untuk mencegah gondongan adalah dengan mendapatkan vaksinasi MMR (Measles, Mumps, Rubella). Vaksin ini sangat efektif dalam melindungi dari gondongan. Selain itu, pastikan untuk selalu menjaga kebersihan, seperti mencuci tangan secara rutin dan menutup mulut saat batuk atau bersin.

Gondongan memang bisa membuat penderitanya tidak nyaman, terutama dengan ciri-ciri pembengkakan di leher. Namun, dengan perawatan yang tepat dan pencegahan melalui vaksinasi, penyakit ini dapat diatasi dan dicegah. Tetap waspada dan jaga kesehatan!



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *