Hari ini tanggal 14 November diperingati hari diabetes sedunia. Penting bagi kita untuk memiliki kesadaran tentang diabetes mengingat diabetes masih menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia. Berdasarkan data pada tahub 2023, prevalensi diabetes di Indonesia meningkat menjadi 11,7%. Naik dibandingkan tahun 2018 yaitu sebesar 10,9%.
Penyakit ini tidak hanya menyerang kelompok usia lanjut (60 tahun ke atas) dengan prevalensi 6,5%, tetapi juga mulai menjangkiti usia produktif (18-59 tahun) dengan prevalensi 1,6%. Hal ini menegaskan bahwa diabetes bukan lagi penyakit yang hanya diderita oleh orang tua. Kesadaran akan risiko diabetes sejak usia muda sangat penting, mengingat komplikasi serius yang bisa ditimbulkan.

Sejarah Hari Diabetes Sedunia
Hari Diabetes Sedunia pertama kali ditetapkan oleh Federasi Diabetes Internasional (IDF) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 1991. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran global terhadap ancaman kesehatan yang ditimbulkan oleh diabetes. Setiap tanggal 14 November, kampanye ini diadakan untuk memperingati hari lahir Frederick Banting, salah satu penemu insulin. Selain itu, momen ini digunakan untuk mendorong tindakan pencegahan dan perawatan yang lebih baik bagi penderita diabetes.
Siapa Saja yang Berisiko Terkena Diabetes?
Diabetes dapat menyerang siapa saja, tetapi ada beberapa kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi, antara lain:
- Orang dengan riwayat keluarga penderita diabetes.
- Orang dengan kelebihan berat badan atau kondisi obesitas.
- Orang yang tidak aktif dalam aktivitas fisik.
- Wanita yang pernah mengalami diabetes gestasional selama kehamilan.
Baca Juga : Hari Ayah Nasional: Mengenal Lebih Dekat dan Cara Merayakannya
Gejala Awal Diabetes
Mengenali gejala awal diabetes sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Berikut adalah beberapa gejala awal yang dialami penderita diabetes:
- Sering buang air kecil,terutama di malam hari.
- Rasa haus yang berlebihan.
- Penurunan berat badan berlebih.
- Luka yang sulit sembuh.
- Penglihatan kabur.
- Kelelahan yang berkepanjangan.
- Kesemutan atau mati rasa di tangan serta kaki.
Dampak Diabetes Menahun
Diabetes yang tidak dikendalikan dengan baik dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, yaitu:
- Penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke.
- Gagal ginjal.
- Kerusakan saraf yang dapat menyebabkan rasa nyeri atau kehilangan fungsi pada anggota tubuh.
- Gangguan penglihatan hingga kebutaan.
- Amputasi akibat infeksi atau luka kronis.
Pencegahan dan Manajemen Diabetes
Pencegahan diabetes dimulai dengan mengadopsi gaya hidup sehat, yaitu:
- Menjaga berat badan ideal dengan pola makan sehat dan seimbang.
- Melakukan aktivitas fisik secara rutin, minimal 150 menit per minggu.
- Menghindari konsumsi gula dan makanan olahan berlebihan.
- Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, terutama jika memiliki faktor risiko.
Bagi penderita diabetes, menjaga kadar gula darah tetap stabil adalah kunci untuk menghindari komplikasi. Beberapa cara yang dapat dilakukan meliputi:
- Mengikuti pola makan yang direkomendasikan oleh dokter atau ahli gizi.
- Mengonsumsi obat-obatan atau insulin sesuai resep.
- Memantau kadar gula darah secara rutin.
- Mengelola stres dengan baik, karena stres dapat mempengaruhi kadar gula darah.
Dengan meningkatkan kesadaran tentang diabetes dan mengambil langkah-langkah pencegahan sejak dini, kita dapat mengurangi risiko komplikasi serius dan meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes. Hari Diabetes Sedunia adalah pengingat penting bagi kita semua untuk peduli terhadap kesehatan, baik bagi diri sendiri maupun orang-orang di sekitar kita.

Leave a Reply